Category Archives: Review

Personal Review “KerHor” DAP, Cube c30

Sudah resmi beberapa minggu nih menjadi seorang kere-hore gadget user..

Ada yang belum tau kere-hore itu apa??
sebenarnya kere hore adalah sebuah filosofi user gadget yang ingin mendapatkan kualitas yang bagus meski dengan harga yang lebih murah dari yang seharusnya. singkatnya.. “pengen murah tapi dapet yang bagus”. Dalam hal ini, kere hore seringkali didengar dalam hal-hal yang berbau portable audio.

Ada beberapa hal yang biasa disebut saat kita membahas tentang portable audio. Mulai dari DAP (digital audio player) atau yang biasa kita sebut dengan mp3/mp4 player, banyak sekali bentuknya, dan banyak sekali macamnya tentu saja dengan berbagai varian produk. Kalau saya sebut angka, sejauh ini saya pernah menemukan mp3 player dengan range harga 65ribu hingga 7 juta rupiah.. Wow, ga tau lagi deh gimana Sound Quality yang dihasilkan mp3 player seharga tujuh juta rupiah ini.. *mungkin ada yang mau kasih??* 😛

Nah kali ini saya akan kasi sedikit review dari DAP kelas Kere Hore, atau yang biasa disingkat jadi “KerHor” yang sedang saya pake sekarang. Nama nya adalah Cube c30..

Cube c30 bersama Hippo Gumstick

Cube c30 merupakan salah satu DAP bermerk china yang cukup bagus kualitasnya. Hmm.. iya memang, begitu mendengar benda buatan “china” , kita pasti sudah berpikir bahwa ini adalah barang KW atau barang abal-abal yang kualitasnya dibawah standar dan mungkin cuman akan bertahan selama beberapa bulan aja. Perlu diketahui bahwa cube c30 juga digunakan sebagai OEM product, beberapa product lain yang menggunakan hardware yang sama persis adalah “Hippo Gumstick” dan “Nanonite” mp3 player. hmm…, tahukah kamu bahwa iphone juga assembled in china??

Ga semua barang china itu jelek, ya.. mereka juga punya merk-merk yang memiliki quality control yang bagus.. dan beberapa barang yang saya ketahui juga justru malah lebih bagus dari merk lain dengan harga yang lebih mahal.

Balik lagi ke c30 nya, dari desain sangat menarik..Glossy and elegant, Simple. Bentuknya yang kecil, sehingga muat untuk dimasukkan di kantong celana maupun ke kantong baju..

Dari segi suara, c30 sudah bisa memberikan kualitas suara yang baik dengan harga yang cukup terjangkau. terutama untuk orang-orang yang Basshead, c30 akan memberikan sensasi bass yang mantab.. terutama jika disandingkan dengan earphone / headphone yang basshead juga. Beberapa sumber mengatakan bahwa c30 memiliki kualitas suara yang hampir sama dengan Sansa clip +, akan tetapi pada sansa clip, suara yang dihasilkan berkarakter flat.

Cube c30 juga memiliki BBE system, semacam sebuah built in add on yang menambah kualitas dari output suaranya. BBE system ini ternyata juga cukup terkenal di beberapa device lain,.

Cube c30 bisa dijadikan sebagai salah satu pilihan yang manteb kalo kamu pengen dapetin SQ yang lumayan dengan harga yang tidak mencekik dompet. untuk skala harga sih, masih lebih murah daripada ipod shuffle 4th gen dengan kapasitas yang cuman setengahnya dari cube c30 ini. Belum lagi nanti dalam bundle pembelian kamu bisa dapet IEM F1 yang kalau dibeli terpisah harganya bisa mencapai sekitar 250ribuan.. mayan kan..  😀

jadi selamat hunting nih barang deh.. ga banyak juga yang masuk indonesia, beberapa harus preorder dari negeri tiongkok sana.. yang nyampainya bisa sampai 2-3 mingguan..

 

Happy Eargasm~~

Mini Review Kindle 3 Non Ads Version

Suka Membaca Ebook??

Kini membaca ebook sudah menjadi sesuatu yang menyenangkan.. banyak info yang dapat kita dapat dari sebuah ebook, dan banyak sumber dimana kita bisa mendownload sebuah ebook, baik itu berbayar atau gratis. Yang paling menyenangkan dari ebook mungkin akhirnya kita tidak perlu membawa buku-buku berat saat ingin membaca di tempat lain, atau tak perlu menumpuk banyak buku setelah habis dibaca, sehingga kita juga dapat menghemat ruang untuk menyimpan.

Beberapa orang lebih suka melakukan suatu hal daripada harus menunggu tanpa melakukan apa-apa, dan membaca adalah salah satu “Time Killer” yang sangat efficient. Sayangnya hal ini sempat menjadi halangan bagi para penyuka ebook, karena mereka memerlukan PC, dan listrik dimana hal tersebut tidak selalu tersedia di beberapa tempat umum. Terkadang membaca melalui PC dan laptop juga kurang nyaman dikarenakan beberapa kendala, yang pertama mungkin karena tulisan yang kecil, lalu ditambah beberapa faktor seperti lelah mata, harus zoom-zoom dulu, atau sedikit-sedikit harus scroll mouse.

Tapi kini sudah banyak gadget yang bisa digunakan untuk membaca ebook saat anda berada dimanapun itu. Salah satunya adalah ebook reader. Sebuah gadget yang berbentuk layaknya tablet, akan tetapi mengkhususkan fungsinya untuk membuka ebook agar dapat dibaca.

Banyak macam dari Ebook reader, salah satu yang terkenal adalah Kindle, sebuah gadget pembaca ebook besutan dari Amazon.

Beberapa saat lalu saya sempat meng “Hands-on” salah satu versi kindle, yaitu Kindle 3 non ads Version, jadi disini saya akan mencoba memberikan review sederhana tentang gadget ini.

Kemasan kindle sangat minimalis.. sebuah kotak coklat polos bertuliskan kindle amazon, isinya juga cukup minimalis. Sebuah kindle, sebuah kabel data dan colokan usb untuk disambungkan ke stopkontak, serta tidak lupa sebuah buku manual

Kindle package
Kindle package

Akan tetapi, packaging minimalis ini tentu tidak mengurangi performa dari kindle itu sendiri.

Zoom Kindle
Zoom Kindle

 

Sekilas kelebihan dari kindle 3 non ads version ini adalah

+ Menggunakan e-ink, sehingga mata tidak mudah lelah

+ Baterai tahan lama, untuk stanby saja mampu hingga kurang lebih 1 bulan

+ Ringan.. beratnya kalau ga salah cuman sekitar 200gr++

+ Bisa buat muter mp3 juga

+ Sudah dilengkapi wifi, sayangnya saya masih belum jelas bagaimana cara menggunakan kindle untuk browsing situs biasa

+ Pada kindle 3 disertakan sebuah keyboard terintegrasi sehingga lebih mudah untuk menuliskan catatan saat membaca ebook.

+ Ga ada iklan.. karena memang no ads version.. 😀

adapun kekurangan dari kindle ini adalah

– Price nya menurut saya kurang cocok.. karena sekarang sudah banyak sekali tablet murah yang mempunyai fungsi sebagai ebook reader dan yang lainnya

– Sepertinya tidak support dengan ebook berwarna.. , karena tampilannya menggunakan e-ink kemungkinan akan dimunculkan secara hitam putih juga.. akan tetapi ini akan mengurangi kemenarikan dari sebuah ebook berwarna

 

ini sebuah review sederhana, ga sempet lama-lama mencoba gadget ini juga..

semoga berguna.. 🙂

All New Tweetdeck versi baru, Apa Yang Berubah?

“Tweetdeck”, salah satu twitter client paling populer yang digunakan untuk PC (Personal Computer) atau yang biasa kita kenal dengan “Desktop”. Sebenarnya masih banyak client yang lain yang juga menarik seperti Seeismic, Hootsuite atau Dabr dan Echofon, tapi secara personal saya lebih suka dengan client ini

 

Perubahan paling awal yang kita lihat adalah perubahan warna icon program, yang awalnya berwarna kuning, kini menjadi berwarna biru.

new tweetdeck welcome screen
new tweetdeck firstime welcome screen

 

Beberapa hal lain yang berubah adalah

  • Harus mendaftarkan tweetdeck account, karena save profile nantinya akan disimpan pada tiap-tiap account
  • Dicoding menggunakan HTML 5
  • Streaming yang dilakukan terasa lebih lambat dari versi lamanya, karena terlihat lonjakan data terjadi hanya sesekali, ini menandakan bahwa streaming tidak dilakukan secara real time, tapi memiliki delay tertentu.. tapi menurut saya masih bagus.
  • Client berjalan lebih responsif, dan cepat
  • Data yang ditarik pada saat launch tidak sebesar versi adobe air
  • Menekan “ENTER” tidak akan membuat anda mengirim tweet anda, tapi akan membuat kursor turun ke baris selanjutnya
  • Tidak ada menu untuk melihat conversation
  • UI interface yang menarik
  • Quote RT menggunakan “@username tidak lagi menggunakan RT@username , sehingga mengurangi RT abuser
  • Tidak ada lagi keterangan tweet sent from bla..bla.. bla..
  • Sudah menggunakan service dari twitter untuk penyertaan pic atau shortening link
  • Tidak bisa melihat preview dari picture langsung di client, jadi akan membuka di default browser, begitu pula dengan youtube link
  • Pada setting default yang muncul bukan @username, tapi nama asli yang digunakan oleh tiap-tiap account

 

Kesimpulannya, menurut saya tweetdeck client yang baru ini cukup bagus, meski mungkin perlu sedikit penyesuaian dalam penggunaan nya, karena letak menu yang ada di tweetdeck yang lama, dan mungkin ada beberapa fungsi yang dikurangi seperti tidak bisa langsung melihat gambar di tweetdeck clientnya langsung.. dan its a worthy upgrade, terutama untuk peningkatan responsibilitas dari tweetdeck itu sendiri.

So, kamu bisa coba new tweetdeck client ini dengan mendownload di website resmi tweetdeck. Tweetdeck v1 tersedia bagi pengguna Mac ataupun Windows 🙂