“Right Person in The Right Time” (??)

Beberapa hari lalu, saking buntunya saya ngobrol ngalor-ngidul dengan salah satu teman kerja saya.

Sampai akhirnya obrolan itu nyerempet dengan quote ini : “Right Person In The Right TIme”
“The people we meet at the wrong time are actually just the wrong people.”

Sebenarnya ini pola pikir yang wajar, kita sebagai manusia begitu lemah, sehingga kita cenderung untuk menyalahkan sesuatu di luar diri kita apabila terjadi peristiwa yang tidak kita inginkan.

Dalam quote ini, ada dua variable, “Person” dan “Time”, dimana mereka bisa menjadi “Right” atau “Wrong”. Kita bisa aja ketemu “Right Person in Wrong Time” atau ketemu “Wrong Person in Right Time” atau malah lebih parah lagi “Wrong Person in Wrong Time. Kita selalu menyalahkan orang lain, atau bisa juga kita menyalahkan waktu.

Apa sih yang sebenarnya bikin kita bisa bilang orang lain itu “Right Person”, atau “Wrong Person”?

Apa sih yang bisa bikin kamu bilang kalau ini “The Right Time” atau ini “The Wrong Time”

Menurut saya, semua orang itu right person in the right time.¬†Hanya saja kita tidak tahu apa sih “Reason” orang itu hadir di waktu itu.

Everything happens for a reason.

Saya ambil contoh seperti ini:
“MANTAN”
*backsound horor*
mantan seringkali diidentikkan dengan “Right Person in Wrong Time” atau “Wrong Person in Right Time”
ini seakan-akan kamu menyalahkan mantan kamu dan waktu yang tidak tepat itu sebagai hancurnya hubungan kalian.

Tapi pernahkah kamu berpikir kalau dia adalah “Right Person in The Right Time” ?
Iya, di waktu itu.. dia adalah orang yang tepat, orang yang paling tepat untuk menghabiskan waktu bersamamu, orang yang paling tepat untuk menyemangatimu, orang yang paling tepat untuk kamu beri perhatianmu.

Pernah berpikir seperti itu?

Untuk perihal berpisah, itu urusan lain..

Nah, disini kita harus bisa mempelajari “Reason” kenapa dia hadir pada saat itu. Bisa jadi kalau ga ada dia, kamu ga niat kerjain skripsi, atau bisa jadi waktu itu dia ada agar kamu bisa belajar seberapa pedihnya saat kamu dibohongi dan kamu harus lebih hati-hati lagi kedepannya.. atau “Reason” yang lainnya.

Kegagalan kita memahami “Reason” inilah yang menyebabkan kita menyalahkan orang lain, atau hal lain diluar diri kita. “Reason” ini ga selalu indah, ga selalu sejalan dengan apa yang kamu pikirkan, ini juga bikin kita menyalahkan peristiwa tersebut.

Meski saya sering bilang.. “Wah.. Kebetulan nih!”, saya tidak percaya dengan kebetulan.. semua udah ada yang atur.. termasuk pertemuan kita dengan beberapa orang di waktu-waktu tertentu. Semua punya alasan tertentu, entah alasan itu baik atau buruk untuk kita.

Kalau kamu, gimana menurutmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *